LSP Satria Nusantara Kab. Sidoarjo Seni Pernapasan untuk Kesehatan, Bukan Adu Badan

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 19 Juni 2021 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Latihan bersama Satria Nusantara Cabang Candi

Latihan bersama Satria Nusantara Cabang Candi

Lembaga Seni Pernapasan (LSP) Satria Nusantara sudah lama tumbuh di masyarakat. Komunitas yang didirikan H. Maryanto ini sudah menyebar di penjuru Indonesia. Di Kabupaten Sidoarjo, Satria Nusantara didirikan oleh 3 orang tokoh, di antaranya oleh Ir. Ismunandar pada tanggal 26 Maret 1989. H. Nadhim, mantan calon Bupati Sidoarjo pernah menjabat sebagai Ketua Lembaga LSP Satria Nusantara kabupaten Sidoarjo.

Ditemui usai latihan, Ketua LSP Satria Nusantara Kab. Sidoarjo saat ini, HM. Supyan D.S. sebelum menceritakan tentang Satria Nusantara, dia menceritakan awal bergabung dengan Satria Nusantara tahun 1993. Saat itu pria 75 tahun ini mengidap gejala asma dan liver. Dengan rutin berlatih dalam jangka waktu 1 tahun, tahun 1994 Supyan bisa sembuh total.

Ketua LSP Satria Nusantara Sidoarjo HM. Supyan DS (berdiri, 6 dari kiri), Ketua LSP Satria Nusantara Cab. Candi Trisula, SH., MM. (berdiri, 7 dari kiri) bersama anggota

Satria Nusantara adalah sebagian kecil dari lembaga yang ada di masyarakat, berusaha turut serta secara aktif membantu program pemerintah dalam bidang kesehatan khususnya olahraga pernafasan. Satria Nusantara membentuk penghusada-penghusada untuk membantu pelayanan pengobatan kepada anggota sendiri maupun masyarakat pada umumnya.

Ada sembilan cabang dan empat unit yang sudah bergabung di Lembaga Satria Nusantara Kabupaten Sidoarjo. Setiap cabang dipimpin oleh ketua cabang dan kasi kepelatihan, antara lain Kec. Sedati diketuai H. Jamari, Kec. Gedangan diketuai Teguh, Kec. Kota Sidoarjo diketuai Wintono, S.H., Kec. Taman/Gilang diketuai Sudarto, Kec. Balongbendo diketuai Suparman, S.H. Selanjutnya Kec. Krian diketuai H. Sama’i, Kec. Prambon diketuai Wahyudi, Kec. Candi diketuai Trisula, S.H., M.M. Sedangkan Institusi Taxi Prima Juanda diketuai Ngatari, Unit Merpati dan Kehutanan diketuai H. Budi, Unit Tanggul Krian diketuai Supriadi AL, Unit Penambangan diketuai Sutrisno dan Unit Tambak Kemeraan diketuai Misni.

Baca juga :  Pelatihan Instruktur Senam Tingkatkan SDM Instruktur di Kampung Olahraga Masyarakat

Bermanfaat untuk Kesehatan

Banyak orang tertarik mengikuti senam pernapasan Satria Nusantara salah satu alasannya untuk menunjang kesehatan tubuh dan membekali diri dari ancaman luar. Banyak masyarakat yang datang dengan keluhan berbagai penyakit seperti stroke, jantung, paru-paru dan lain-lain. Setelah mengikuti latihan Satria Nusantara dengan disiplin latihan dan makan, banyak yang mengaku sembuh dari penyakit tersebut. Seperti yang dirasakan H. Budi dari Perumahan Merpati Pabean yang sembuh dari penyakit stroke dan Isman Gunawan dari Sedati yang berhasil sembuh dari penyakit asma, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Dalam latihan pernapasan, anggota diajarkan beragam jurus Satria Nusantara. Setiap jurus diberikan secara bertahap, dimulai dari gerakan pra dasar, dasar, Pengendalian Halus (PH) jurus 1-10, Gabungan jurus 1-7, Pengendalian Keras (PK) jurus 1-10, Gabungan Pengendalian Keras (GPK) jurus 1-4 dan Penjuru jurus 1-10.

Baca juga :  IPSS Gowes DDKD Dan Anjangsana Eratkan Hubungan Antar Anggota

Setiap pertemuan latihan, anggota Satria Nusantara dilatih mulai dari gerakan dasar dahulu. Anggota dibimbing oleh pelatih yang ada di setiap cabang, dengan Ketua Bidang Kepelatihan LSP Satria Nusantara Kabupaten Sidoarjo, Supriadi.

Setiap 4 bulan sekali digelar Evaluasi Kenaikan Tingkat (EKT) yang dilaksanakan bergilir di tiap cabang. Ujian EKT dilakukan langsung oleh pelatih utama dari LSP Satria Nusantara Pusat dari Yogyakarta. EKT sebagai ujian kenaikan tingkat digelar dengan tes gerakan jurus yang sempurna dan bermacam tes fisik, seperti lari, push-up, sit-up, menahan napas di dalam air dan sebagainya.

Supyan menjelaskan, Satria Nusantara bukanlah ilmu kanuragan tetapi setiap orang bisa melakukannya dengan displin berlatih. “Ini adalah senam pernapasan, tapi gerakan kita konsentrasi dengan tenaga dalam, berdzikir bagi muslim, jadi dengan sendirinya gerakan-gerakannya disamping untuk kesehatan, nanti akan muncul sendiri kepekaannya,” kata Supyan yang sudah berniat mengakhiri masa kepemimpinannya tahun depan karena faktor usia.

Satria Nusantara, Supyan tegaskan, tidak dipakai untuk mengadu, dan lomba adu badan, tidak terkotak dengan agama tertentu. “Namun untuk kesehatan dan kepercayaan agama diserahkan sesuai dengan kepercayaannya masing-masing,” pungkas pria yang akrab disapa Abah Supyan ini. (aws/rr)

Berita Terkait

Tasyakuran STI Delta Pertiwi Tandai Semangat Para Pengurus Baru
KORMI Sidoarjo Meriahkan Pembukaan CFD di Alun-alun Sidoarjo
STI Sidoarjo Peringati Hari Ibu dengan Senam dan Makan Bersama
MG Hadi Sutjipto Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua Umum KORMI Sidoarjo 2025-2029
Lomba Line Dance dan Berbagi Kebahagiaan untuk Yatim dan Duafa Meriahkan HUT ke-6 DPW ILDI Sidoarjo
Markandeya Yoga Indonesia Bergabung sebagai Komunitas di KORMI Sidoarjo
HUT ke-25 KORMI Tahun 2025, Bupati Sidoarjo Ajak Eleman Masyarakat, dan ASN, Dukung Program KORMI
Pelatihan Instruktur Senam Tingkatkan SDM Instruktur di Kampung Olahraga Masyarakat

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 20:04 WIB

Tasyakuran STI Delta Pertiwi Tandai Semangat Para Pengurus Baru

Minggu, 1 Februari 2026 - 19:42 WIB

KORMI Sidoarjo Meriahkan Pembukaan CFD di Alun-alun Sidoarjo

Rabu, 17 Desember 2025 - 00:13 WIB

STI Sidoarjo Peringati Hari Ibu dengan Senam dan Makan Bersama

Rabu, 10 Desember 2025 - 22:24 WIB

MG Hadi Sutjipto Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua Umum KORMI Sidoarjo 2025-2029

Sabtu, 22 November 2025 - 19:46 WIB

Lomba Line Dance dan Berbagi Kebahagiaan untuk Yatim dan Duafa Meriahkan HUT ke-6 DPW ILDI Sidoarjo

Berita Terbaru