Meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan dan kebugaran jasmani, KORMI Kabupaten Sidoarjo menggelar kegiatan Sosialisasi Kesehatan Kebugaran bagi Inorga dan komunitas binaan KORMI. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen KORMI dalam membangun masyarakat yang aktif, sehat, dan bugar melalui olahraga masyarakat yang menyenangkan.
Acara yang diadakan di Delta Graha Setda Kabupaten Sidoarjo, Kamis (16/10/2025), menghadirkan narasumber dokter spesialis kedokteran olahraga dr. Nanang Tri Wahyudi, SpKO, Subsp. ALK(K). Para peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai pola hidup sehat, pentingnya aktivitas fisik rutin, serta cara menjaga kebugaran secara berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik komunitas masing-masing.

Dipandu moderator Ketua Bidang Olahraga Kesehatan dan Kebugaran KORMI dr. Dewi Retnoningsih, Sp.MK., Subsp. Mik.(K), acara berjalan dengan lancar dan efektif. Diawal sosialisasi dr. Nanang mengajak seluruh peserta mengukur denyut nadi sebagai indikator kebugaran. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan tentang komponen kebugaran yang meliputi kapasitas aerobik, kelenturan, kekuatan otot, dan komposisi tubuh. Serta, menyarankan peserta melakukan tes kebugaran setiap 3 bulan sekali sesuai dengan jenis olahraga, frekuensi, intensitas, dan durasi olahraga.
Olahraga yang paling efektif adalah endurance training (aerobik), resistance training (latihan beban), high-intensity interval training. Jika ingin melakukan program olahraga perhatikan olahraga yang aman dengan tensi maksimal 160/100, mudah, nyaman tanpa nyeri, bertahap dan berkelanjutan.
Selain itu dr. Nanang mengatakan jenis makanan, porsi makan dan jarang berolahraga menjadi unsur penyebab obesitas. Obesitas bukan sepenuhnya karena genetik. “Orang yang kelebihan berat badan tidak bisa menyalahkan orangtuanya karena penyebab obesitas karena genetik hanya 4,3 persen. Sisanya bisa karena jenis makannya kurang bagus, porsinya, dan kurang olahraga,” ujarnya dokter yang kesehariannya beraktivitas di RS PHC Surabaya dan Persada Hospital Malang.

Dari sosialisasi ini dr. Nanang memberikan kesimpulan agar pegiat KORMI lebih meningkatkan kegiatannya lebih terstruktur. Terstruktur yang dimaksud dr. Nanang, mulai dari rutin berolahraga sesuai cabang olahraganya, intesitas, durasi waktu. “Perlu ditingkat agar lebih terstruktur (olahraganya) sehingga manfaat positif olahraga dari rekan-rekan ini bisa lebih efektif,” kata dr. Nanang saat ditemui seusai acara.
Ia mengingatkan tentang aturan dan dosis olahraga sesuai dengan usia pegiat. “Sesuai dengan anjuran dari WHO pun untuk kesehatan jantung disarankan orang berolahraga aerobik intensitas sedang, seminggu disarankan kalau bisa 5 kali. Jika ditotal 150 menit per minggu dengan intensitas sedang, kemudian juga disarankan ada latihan yang mengandung unsur penguatan otot sejelek-jeleknya 2 kali seminggu,” lanjut dr. Nanang.
Lebih lanjut dijelaskan dr. Nanang, 150 menit berolahraga bisa dibagi seminggu 3 kali atau 30 menit setiap berolahraga. Setelah itu secara bertahap setiap dua minggu ditambah frekuensinya sehingga mendapatkan total target waktu berolahraga 150 menit. “Olahraga itu bertahap mulai dari yang mudah dulu, yang ringan dulu, durasinya singkat dulu, nanti sesuai target setelah memenuhi target total seminggu 150 menit olahraga aerobik intensitas sedang,” pungkasnya.

Kegiatan sosialisasi ini dibuka langsung oleh Ketua Umum KORMI Kabupaten Sidoarjo H. MG. Hadi Sutjipto, S.H., M.M. Pak Tjip, sapaannya, meminta agar peserta mengikuti sosialisasi dengan saksama. “Tujuan awal sosialisasi kesehatan dan kebugaran nanti dapat ilmu dari Dokter Nanang dikembangkan ke seluruh masyarakat, resepnya untuk sehat dan bugar seperti apa. Sehat belum tentu bugar tapi kalau bugar Insya Allah sehat. Tujuan kita adalah sehat dan bugar, makanya semboyan atau tagline kita: sehat dan bugar, serta ada gembiranya,” ujar Pak Tjip mengingatkan.
Adanya kegiatan sosialisasi ini, kata Pak Tjip, membantu menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran mulai dari usia anak-anak hingga lanjut usia. (Bidang Media dan Promosi)

















