Markandeya Yoga Indonesia Cabang Sidoarjo resmi menjadi komunitas yang berhimpun di KORMI Kabupaten Sidoarjo, Minggu (16/11/2025). Bergabungnya komunitas yoga yang berpusat di Bali ini menambah jumlah komunitas binaan KORMI menjadi 26.
Ketua Markandeya Yoga Indonesia Cabang Sidoarjo, Nurkhasanah, beserta 13 pengurus masa bakti tahun 2025-2030 dikukuhkan Ketua Umum KORMI Kabupaten Sidoarjo H. MG Hadi Sutjipto, S.H., M.M., di halaman HNF Gym, Kahuripan, Sidoarjo.


Nurkhasanah menjelaskan Markandeya Yoga Indonesia sudah masuk ke Sidoarjo tahun 2019. “Saya dan Mbak Lolok (instruktur yoga, red) dipercaya mengajar Teacher Training Center (TTC). Baru setelah itu membentuk cabang Sidoarjo,” katanya.
Markandeya Yoga Indonesia, tutur Nurkhasanah, ada di seluruh Indonesia dan memiliki kegiatan nasional Festival Yoga “Yogalogi” yang mengumpulkan seluruh guru yoga. “Kebetulan Sidoarjo pernah menjadi tuan rumah Festival Yogalogi (acara nasional) tahun 2019, kita sewa tempat di indoor GOR. Pengajar yang hadir tidak dari Jatim saja tapi dari seluruh Indonesia,” tutur Nurkhasanah.
Markandeya Yoga Indonesia berkembang di Sidoarjo, beberapa kali telah menggelar kegiatan yoga bekerja sama dengan sponsor dan mal di Surabaya dan Sidoarjo. Jumlah anggotanya kini 150 orang, dengan usia rata-rata 40 tahun ke atas. Tidak hanya wanita, para pria juga ikut beryoga. Latihan rutinnya dilaksanakan di sasana-sasana yoga yang tersebar di Sidoarjo.

“Markandeya itu banyak teknik napas, lebih banyak terapi, setiap kali penutup yoga ada teknik napas,” ujar Nurkhasanah menjelaskan tentang aktivitas olahraga Markandeya.
kedepannya, harap Nurkhasanah, ada tempat bagi Markandeya Yoga Indonesia untuk melaksanakan senam yoga bersama dan membuat kartu anggota.
Nurkhasanah menambahkan, untuk bergabung dengan komunitasnya bisa mendaftar langsung ke sasana-sasana yoga.

Sementara itu, MG Hadi Sutjipto mengucapkan selamat dan memberikan semangat kepada komunitas yang baru bergabung. Dalam arahannya, Pak Tjip, sapaan MG Hadi Sutjipto, mendorong agar Markandeya Yoga Indonesia bisa bergabung dengan KORMI Nasional sehingga bisa mengikuti ajang FORNAS.
“Kami berharap Markandeya bisa tercatat di tingkat nasional sebagai induk organisasi olahraga. Sampaikan ke pengurus pusat agar berjuang untuk mendirikan Markandeya paling tidak ada di 8 provinsi, di provinsi berdiri setidaknya 5-8 kabupaten/kota. Markandeya berdiri dengan akta notaris, Kemenkumham dan terdaftar di KORMI Nasional. Untuk saat ini teman-teman komunitas Markandeya sudah terdaftar di KORMI Kabupaten Sidoarjo,” kata Pak Tjip.
Dia berpesan Markandeya ikut menggerakkan masyarakat berolahraga agar masyarakat Sidoarjo sehat dan bugar. “Mudah-mudahan Markandeya bisa diterima penuh di tengah-tengah masyarakat Sidoarjo sehingga anggotanya makin banyak. Di Sidoarjo sendiri sudah ada Asosiasi Yoga Sidoarjo tapi kita tidak bersaing. Silahkan semua berdiri dengan tujuan kita agar sehat dan bugar. Dukung pengurus, kompak, bersaudara agar Markadeya benar-benar berkembang di Sidoarjo,” pungkas Pak Tjip.

Pada acara pengukuhan komunitas ini dihadiri 235 anggota Markandeya Yoga Indonesia dari sasana yoga yang ada di Waru, Krian, Sidoarjo Kota, Porong, Candi, hingga Gempol, Pasuruan. Mereka bersama-sama melakukan olahraga yoga mulai pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Setelah itu dilanjutkan penampilan Jivanmukti Yoga Tarian Jiwa Markandeya. Sekretaris Umum Suwignyo, Wakil Sekretaris II Rere Nia dan pengurus bidang di KORMI Kabupaten Sidoarjo turut menyaksikan kegiatan pagi itu. (Bidang Media dan Promosi)

















