Komunitas Yoga Kita Sidoarjo

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 18 Juni 2021 - 16:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komunitas Yoga Kita

Komunitas Yoga Kita

Tidak Menutup Diri Bagi Anggota Bertubuh Gemuk Dan Lansia

Para pecinta olahraga yoga di Sidoarjo memiliki keinginan untuk menyatukan diri dalam satu ikatan komunitas. Pada Bulan Oktober Tahun 2015, beberapa pecinta senam yoga akhirnya mewujudkan keinginan tersebut dengan membentuk Komunitas Yoga Kita. Awalnya komunitas yang memiliki kantor sekreatriat di Sanggar Cantika di kawasan Perum TAS 2 Wonoayu ini hanya diikuti 19 orang saja.

Sebagai komunitas yang baru berdiri, Komunitas Yoga Kita masih belum memiliki jadwal rutin untuk berkumpul. Mereka hanya melakukan kegiatan di sanggar-sanggar yang ada di Sidoarjo. Saat bertemu, komunitas yang diketuai oleh Wahyuningsih ini lebih banyak membahas tentang kegiatan-kegiatan yoga, latihan rutin, dan sharing ilmu serta melakukan aksi sosial jika ada anggota yang sakit atau terkena musibah.

“Saat pertemuan kami melakukan silahturahmi antar anggota di komunitas kita. Pertemun rutin memang belum ada. Insya Allah kami mulai aktif Januari tahun depan setelah dikukuhan oleh FORMI. Para pengurus baru akan mulai aktif,” ujar Wahyuningsih.

Komunitas ini juga membuka diri jika ada yang berminat untuk bergabung. Tidak ada syarat khusus, asalkan punya matras senam untuk berlatih yoga. Anggota baru nantinya akan berkegiatan bersama-sama anggota komunitas yang kini sudah memiliki lebih dari 100 anggota. Anggota komunitas yang didominasi oleh ibu-ibu rumah tangga, dengan rentang usia 30-40 tahun, akan saling mengajak untuk berlatih yoga dan melakukan kegiatan-kegiatan sosial.

Baca juga :  KORMI Serahkan Alat Peraga Olahraga Tradisional di SDN Kalitengah 2 Sidoarjo

Dengan resminya Komunitas Yoga Kita bergabung dengan FORMI Kab. Sidoarjo, Wahyuningsih berharap FORMI bisa membina dan mendorong kegiatan komunitasnya agar lebih berkembang.

“FORMI bisa membantu mengembangkan kegiatan kita, jadi sarana FORMI ini sangat perlu sekali. Kalau ada FORMI kita merasa terima kasih sekali, FORMI bisa menjangkau dan merangkul kita yang masih baru ikut FORMI,” kata ibu 2 anak ini.

Manfaat Yoga

Manfaat yoga yang bisa dirasakan selain untuk melancarkan peredaran darah, kelenturan tubuh, dituturkan Wahyuningsih, bisa memberikan ketenangan dan membuat tubuh lebih rileks. Meski pelaku yoga memiliki tubuh gemuk, wanita berusia 55 tahun ini meyakinkan agar tidak minder dengan gerakan-gerakan yoga yang terkesan sulit dengan melekuk-lekuk tubuh.

“Tidak usah takut dengan gerakan yoga, lakukan semampunya. Yoga itu gerakannya tidak memaksa. Ada banyak aliran yoga, tapi untuk teknik acroyoga itu untuk tahapan yang lebih tinggi,” kata wanita yang pernah menjadi intruktur senam aerobik.

 Bagi peminat senam yoga pemula, dianjurkan untuk melakukan gerakan-gerakan dasar dulu. Gerakan dasar dan arahan instruktur diperlukan agar peminat senam yoga tidak cidera.

“Selama saya mengikuti gerakan yoga tidak pernah ada yang cidera asalkan selama dia mengikuti aturan dari instrukturnya. Kita pemanasan dulu, tidak langsung yang tingkat sulit. Misalnya, kadang ada gerakan nungging, puncak kepala dibawah, lalu saat kembali berdiri merasa pusing, itu memang gerakan yoga begitu. Tadinya kan, peredaran darah kebawah, lalu dibawa ke atas (kepala), setelah posisi normal, peredaran darah mengalir turun lagi. Untuk itu makanya setelah gerakan tersebut kita melakukan meditasi untuk merilekskan dan mengatur peredaran darah agar kembali normal,” kata Wahyuningsih yang mengajar senam sejak tahun 1998.

Baca juga :  FORMI Kab. Sidoarjo Kukuhkan Komunitas Yoga Kita dan Delta Runners

Tidak hanya orang bertubuh gemuk yang diyakinkan agar tidak takut melakukan gerakan yoga, bagi para lansia pun, senam yoga juga bisa dilakukan. 

“Kalau di yoga, orang ini bisa melakukan gerakan tertentu, belum tentu yang lain bisa. Kalau mbaknya bisa nekuk kaki, belum tetntu saya bisa. Kalo split saya bisa, mbaknya belum tentu bisa. Makanya saya pede aja, meski usia sudah tua dan teman-teman saya banyak yang muda, tulang sendi, urat lentur, belum tentu saya kalah dengan mereka. Itu prinsip saya, pede (percaya diri) saja,” kata Wahyuningsih yang diwawacara usai dikukuhkan menjadi anggota FORMI Kab. Sidoarjo, Minggu (19/11/2016), di area Car Free Day, Jl. Ahmad Yani Sidoarjo. (aws/rr)

Berita Terkait

Anjangsana PORPI Sidoarjo Eratkan Kebersamaan antar Ranting dan Anggota
FORKAB 2026 ILDI Sidoarjo Jadi Ajang Lahirkan Pegiat Berprestasi, Siap Tembus FORPROV Jatim dan FORNAS 2027
Markandeya Yoga Sidoarjo Peringati Hari Yoga Internasional, KORMI: Menuju Indonesia Bugar 2045
KOM KORMI di Kec. Sidoarjo Dikukuhkan, Pak Tjip Berpesan Ajak Bapak-Bapak Berolahraga
Yayasan Asma Indonesia Sidoarjo Peringati Hari Asma Sedunia Bersama Masyarakat
Pemkab Sidoarjo Dorong Budaya Hidup Sehat Lewat Penguatan KORMI
Bangun Kebersamaan, D’ULD Sidoarjo Gelar Silaturahmi Antar Sanggar
Latihan Bersama KBI Sidoarjo, Ajang Silaturahmi Antar Anggota

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 12:25 WIB

Anjangsana PORPI Sidoarjo Eratkan Kebersamaan antar Ranting dan Anggota

Senin, 29 Juni 2026 - 22:12 WIB

FORKAB 2026 ILDI Sidoarjo Jadi Ajang Lahirkan Pegiat Berprestasi, Siap Tembus FORPROV Jatim dan FORNAS 2027

Minggu, 21 Juni 2026 - 17:52 WIB

Markandeya Yoga Sidoarjo Peringati Hari Yoga Internasional, KORMI: Menuju Indonesia Bugar 2045

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:11 WIB

KOM KORMI di Kec. Sidoarjo Dikukuhkan, Pak Tjip Berpesan Ajak Bapak-Bapak Berolahraga

Senin, 8 Juni 2026 - 18:38 WIB

Yayasan Asma Indonesia Sidoarjo Peringati Hari Asma Sedunia Bersama Masyarakat

Berita Terbaru