Upaya mendongkrak prestasi cabang organisasi olahraga masyarakat (COOM) binaannya, KORMI Kabupaten Sidoarjo menggelar berbagai pelatihan.
Setelah Pelatihan Senam Tera, KORMI menggadakan Pelatihan Olahraga Tradisional Bagi Guru Olahraga se-Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (27/7/2024), di Pendopo Delta Sabha Disporapar Kab. Sidoarjo. Pelatihan dilaksanakan oleh COOM Persatuan Olahraga Tradisional Indonesia (Portina) Kab. Sidoarjo.
Ketua Portina Kab. Sidoarjo yang juga Ketua Bidang OTKB dan Milenial KORMI Kab. Sidoarjo Umi Salmami, S.Pd., M.Si., memandu pelatihan, bersama anggotanya Heroe Prasetya, S.Pd., dan para pelatih Portina.
Pelatihan diikuti guru olahraga SD, SMP, SMA/SMK dari 18 kecamatan dengan total peserta 54 orang. Materi latihan tentang olahraga tradisional (otrad) sumpitan, egrang, terompah panjang, dagongan, ketapel, hadang.

“Kita akan mencoba memberikan pembelajaran tentang 6 nomor olahraga di tradisional dengan harapan hari ini mereka sudah mendapatkan bekal untuk bisa diaplikasikan atau digetok tularkan kepada anak didiknya di sekolah sesuai dengan tingkat jenjang pendidikan, dengan harapan sekitar bulan Desember ini kami sudah bersepakat kita akan menggelar kompetisi olahraga tradisional, apa yang mereka ajarkan setelah kegiatan hari ini,” urai Umi.
Adanya kompetisi, lanjut Umi, untuk memberikan semangat para guru dalam membina anak didiknya.
Mengingat, pelaksanaan FORNAS VIII di NTB maupun event lomba lainnya sudah didepan mata, Portina mulai mempersiapkan pegiatnya. Umi mengutarakan tantangan di lapangan dalam mempersiapkan pegiat.
“Sebetulnya kalau diawal semua komponennya itu siap sebetulnya gampang, kok. Kalau sarananya ada, kemampuan kita atau semangat dari tim kita sendiri ada, kemudian kemauan sendiri dari anaknya atau pelatihnya itu ada. Itu, kan, suatu koordinasi atau sinergi yang harus kita miliki. Jadi sebetulnya apapun tidak hanya di olahraga tradisional, semua kalau komponen pendukungnya siap, Insya Allah bisa kita lakukan dengan enak, sarananya, penunjangnya, fasialitasnya, SDM dan lain sebagainya,” ujar Umi.

Dia menekankan konsistensi dan komitmen dibangun oleh para pegiat. Karena semua aktivitas olahraga, lanjut Umi, yang menjadi juara karena pegiatnya rutin berlatih.
Dari pelatihan ini, Umi berharap para guru dapat mengusai 1-2 cabang olahraga tradisional yang dia sukai dan minati. “Jadi paling tidak ada materi, ada pembelajaran yang baru, yang mereka mungkin sebelumnya hanya mendengarkan saja olahraga tradisional dia bisa praktek, dia bisa melakukan, menerapkan di sekolahnya,” pungkas Umi.
Sebagai tambahan informasi, seusai kegiatan pelatihan ini Portina Kab. Sidoarjo mengikuti lomba Invitasi Olahraga Tradisional se-Jatim di Ngawi pada 31 Juli s.d. 1 Agustus 2024. Tim Portina Sidoarjo berhasil meraih juara 2 sumpitan dan juara harapan 1 egrang. (aws/rr)

















