Atlet Trail Run Sidoarjo Graceline Delfarona Menaklukan Gunung Rinjani

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 24 Juni 2021 - 11:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Graceline Delfarona di Gunung Rinjani

Graceline Delfarona di Gunung Rinjani

Tidak ada target menjadi juara saat mendaftar kompetisi lari lintas alam (trail run) Rinjani 100. Keinginannya cuma ikut event-nya saja. Begitu dilakoni, wanita Sidoarjo berdarah Maluku ini malah berdiri di podium 1 mengalahkan peserta dari Indonesia di podium 2 dan Inggris di podium 3.

Graceline Delfarona mengaku menghindar untuk mengikuti lomba trail run Rinjani 100 di Gunung Rinjani Lombok pada 4-6 Mei 2018 lalu. Anggota Delta Runner ini sempat mendapatkan informasi bahwa lintasan alamnya cukup berat dan sulit. Namun karena dia hanya berniat menemani temannya yang ikut event internasional itu Grace pun mendaftar untuk kategori putri 27K.

“Saya memilih kilometer yang paling pendek karena masih baru, lalu saya tidak mau susah. Ternyata waktu itu saya lihat medannya sangat susah. Disitu saya latihan terus biar bisa finish. waktu itu target saya hanya bisa finish atau cut off time,” cerita Grace.

Tak disangka hasil akhirnya diatas harapan. Anak pertama dari 4 bersaudara ini menang pada kejuaraan lari yang diikuti 39 negara dalam waktu 6 jam 21 menit 33 detik.

Grace yang tercatat sebagai anggota komunitas Freeletics Sidoarjo kembali menjajal kemampuannya untuk mengikuti Mantra Summits Challenge pada 15 Juli 2018. Dia tidak menganggap enteng medan yang dilaluinya. Mantan atlet basket Tri Dharma Sidoarjo ini harus berlari mulai pukul 04.00 pagi.

Baca juga :  FORNAS VIII NTB Tuntas, KORMI Sidoarjo Raih 44 Medali

“Arjuno, Welirang termasuk gunung besar dan buat kita gunung besar itu sudah ampun, lah, dan track-nya buat saya, kalau bahasa trail itu teknikal sekali. Jadi kayak berbatu, pasir, lumpur. Tahun lalu saya lihat review-nya kayak kapok, bahkan pelari Asia Trail Master yang rankingnya diatas mereka mukanya bete. Menurut saya Asia Trail Master aja ngomel apalagi saya, kan,” kenang karyawan salah satu rumah sakit swasta di Surabaya ini sembari tertawa kecil.

Saat itu Grace sudah memasang target untuk bisa naik podium lagi. Jalur-jalur alam yang dilalui dalam waktu 9 jam 18 menit nyatanya membawa Grace berhasil berdiri di podium 2.

Kemenangan anak dari Frenes Roberth Muskitta dan Ekana Joes Soerjo ini tidak didapatkan instant tanpa latihan. Badannya yang tampak tangguh menerjang alam sudah ditempa sejak dia jatuh cinta pada trail run Tahun 2016.

“Di alam kita lebih seperti jalan sendiri, lebih menantang, lebih ke challenge diri sendiri, kayak bikin kita lebih fokus lagi,” kata Grace mengungkapkan alasannya menyukai lari melintasi alam pegunungan.

Baca juga :  HUT Ke-15 KOSTI, Ontelis Semangat Ngonthel Bareng

Grace rajin berlatih di Gunung Arjuna dan Gunung Penanggungan saat libur atau disela-sela waktu kerjanya. Jika tidak sempat berlatih ke gunung, pengidola Emelie Frosberg ini mencari alternatif lain dengan berlari sekitar 15 kilometer ke Lumpur Lapindo. Dengan prestasi dan target-targetnya wanita kelahiran Surabaya pada 6 Oktober 1990 ini memiliki keinginan jangka panjang untuk bisa ikut UTMB (The Ultra-Trail du Mont-Blanc).  

Tahun 2019 ini Grace merencanakan untuk kembali mengikuti Rinjani 100 kategori 36 kilometer. Sebelum mengikuti Rinjani 100 dia ingin ikut Tahura Trail Running Race 2019. Dia juga berharap tahun depan makin banyak perempuan pemberani di Sidoarjo dan Jawa Timur untuk mengikuti trail run. (rr)

Catatan Prestasi

Graceline Delfarona

Tahun 2016

May Trail Run 12K (podium 3)

BTS 100 Ultra 30K

Tahun 2017

Ijen Trail Run 42K

BTS 100 Ultra 70K

Kelud Volcano Vertical Run 10K (podium 4)

Tahun 2018

Rinjani 100 27K (podium 1)

Mantra Summit Challenge 30K (podium 2)

BTS 100 Ultra

Keterangan foto utama : Graceline menelusuri track di Gunung Rinjani

Berita Terkait

Sukses Raih Prestasi FORNAS, Yayasan Asma Indonesia Sidoarjo Gelar Tasyakuran
Cair! Pemkab Sidoarjo Gelontorkan 1,1 M untuk Reward Pegiat FORDA dan FORNAS
Desa Jeruk Gamping, Krian, Raih Predikat Terbaik 1 Lomba Kampung Olahraga Masyarakat se-Kab. Sidoarjo,
FORNAS VIII NTB Tuntas, KORMI Sidoarjo Raih 44 Medali
Jatim Runner Up FORNAS VIII NTB, Produktivitas Perolehan Medali Jauh Lebih Unggul
KORMI Sidoarjo Duduki Peringkat 2 FORDA II Jatim Kantongi 63 Medali, Terbanyak ke-2 Se-Jatim
Inovasi Kampung Olahraga Masyarakat Berdampak Positif, Hayono Isman: KORMI Sidoarjo Terbaik Se-Indonesia
Bersiap, KORMI Kab. Sidoarjo Akan Menjadi Prototipe Sport Tourism di Jatim

Berita Terkait

Minggu, 8 Februari 2026 - 16:17 WIB

Sukses Raih Prestasi FORNAS, Yayasan Asma Indonesia Sidoarjo Gelar Tasyakuran

Selasa, 9 Desember 2025 - 23:24 WIB

Cair! Pemkab Sidoarjo Gelontorkan 1,1 M untuk Reward Pegiat FORDA dan FORNAS

Kamis, 2 Oktober 2025 - 13:52 WIB

Desa Jeruk Gamping, Krian, Raih Predikat Terbaik 1 Lomba Kampung Olahraga Masyarakat se-Kab. Sidoarjo,

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 08:56 WIB

FORNAS VIII NTB Tuntas, KORMI Sidoarjo Raih 44 Medali

Jumat, 1 Agustus 2025 - 20:22 WIB

Jatim Runner Up FORNAS VIII NTB, Produktivitas Perolehan Medali Jauh Lebih Unggul

Berita Terbaru